Berhentilah Mengharapkan Orang yang Tidak Mencintai Anda, Kenapa? Ini Alasannya

Kembali lagi dengan saya Dewi Sundari. Apa kabar Anda hari ini? Semoga selalu sehat, dan selalu diberikan kemudahan dan kelancaran, dalam segala hajat.

Kali ini, kita akan bicara soal perasaan. Soal satu kesalahan, yang pernah dilakukan oleh banyak sekali dari kita. Yaitu mengharapkan orang yang tidak mencintai Anda. Atau mencintai orang, yang terhadap Anda, dia tidak ada rasa.

Hal semacam ini, rasanya menyakitkan. Soal seberapa menyakitkan, saya yakin Anda yang membaca ini, pasti bisa menjawabnya.

Orang seringkali bilang, bahwa jika orang yang kita cintai bahagia, maka kita juga akan bahagia. Tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Dia bahagia disana, tetapi giliran Anda untuk bahagia, entah masih kapan waktunya.

Sampai kapan Anda mau menunggu orang ini untuk membalas perasaan cinta Anda? Anda sudah banyak sekali berkorban, sudah melakukan segala macam hal, tetapi masih tetap bertepuk sebelah tangan.

Memang benar, bahwa cinta itu butuh perjuangan. Tetapi pejuang yang baik, mestinya tahu, di perang yang mana dia seharusnya berada. Kalau di satu perang ini perasaan Anda tidak berbalas, maka bisa jadi Anda berburu cinta di hutan yang salah. Maka menyerahlah di satu perang ini, dan berjuanglah di perang lain yang bisa Anda menangkan.

Kita semua pasti bisa mengakui, bahwa berhenti mencintai seseorang itu tidak gampang. Tetapi setidak gampang apapun, tetap perlu Anda lakukan. Berhentilah menyakiti diri Anda sendiri, dan relakan dia pergi.

Tidak ada cara mudah untuk berhenti mengharapkan seseorang. Tetapi bila Anda bisa mengikuti beberapa cara berikut ini, bisa jadi prosesnya tidak akan sesulit yang Anda pikirkan. Apa saja?

Yang pertama, jangan marah. Semua orang pernah mengalami kegagalan, termasuk kegagalan dalam cinta. Ini merupakan sebuah proses, sebuah bagian dari kehidupan yang harus kita nikmati.

Marah tidak akan menyembuhkan rasa sakit hati Anda. Lebih baik terimalah dengan lapang dada, karena dengan kelapangan dada inilah, biasanya orang justru akan lekas mendapatkan yang jauh lebih baik untuk dirinya.


Baca Juga :


Yang kedua, terimalah dengan ikhlas, bahwasannya orang ini memang tidak membutuhkan Anda. Menjalani hidup bersama itu, tidak sekedar didasarkan pada keinginan saja. Tetapi kebutuhan juga.

Bila memang ia tidak membutuhkan Anda untuk menemaninya, maka terimalah. Tidak perlu bersedih, dan lebih baik Anda menggunakan waktu serta perhatian Anda, untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih menyenangkan. Memanjakan diri di salon, misalnya. Jalan-jalan, mungkin. Atau bertemu dengan kawan-kawan dekat Anda.

Yang ketiga, temuilah orang-orang yang merasakan hal serupa. Bicaralah dengan mereka. Karena dengan begitu Anda akan melihat, bahwa Anda tidak sendirian. Anda bukan satu-satunya orang yang sedang mengalami hal semacam ini.

Temukanlah orang-orang seperti Anda, tanyakan bagaimana mereka bertahan, dan tanyakan pula bagaimana mereka dapat melewatinya. Atau paling tidak, buatlah diri Anda merasa lebih baik dengan membaca buku, menonton film, atau mendengarkan music.

Yang keempat, jaga diri baik-baik, dan tetaplah bangkit. Ibarat burung phoenix, yang meskipun terbakar habis, akan tetap bangkit lagi dari tumpukan abunya sendiri. Kita pun harus bisa seperti itu.

Jangan biarkan diri Anda terpuruk, bangkitlah dari keterpurukan itu. Jangan pula mengabaikan diri Anda sendiri. Sebaliknya, mulailah berdandan, berbelanja, mengubah penampilan, dan berjalannya dengan tegap dan penuh percaya diri.

Ingat, adalah pilihan buruk bila Anda sampai melarikan diri pada rokok, alcohol, atau bahkan obat terlarang. Bukan hanya pilihan buruk malah, tetapi juga pilihan yang sangat bodoh.

Cara kelima, mulailah berolahraga. Atau ikuti kegiatan seni, untuk memicu pikiran positif Anda. Kedua cara ini bisa membantu mengembalikan keseimbangan emosional kita. Mengikuti latihan fisik atau datang ke kelas kebugaran, akan menggantikan emosi Anda dengan pikiran dan energi positif. Kalaupun Anda tidak suka berolahraga, maka mulailah menekuni salah satu bidang kesenian. Main music, misalnya. Atau melukis dan berdansa.

Cara keenam, tinggalkan mimpi Anda. Buang jauh-jauh semua angan untuk hidup bersamanya. Karena tidak ada yang lebih menghancurkan, daripada menunggu seseorang yang tidak mencintai kita. Anda hanya akan membuang-buang waktu saja. Sebagai gantinya, mulailah membuka diri untuk orang lain yang lebih menghargai Anda.

Kemudan cara ketujuhnya, adalah dengan mengalihkan pikiran Anda. Pada hal-hal yang jauh lebih menyenangkan. Terlalu sibuk dengan urusan hati, seringkali menjadikan Anda lupa menemui orang terdekat Anda. Lupa bagaimana menikmati hidup. Lupa bagaimana caranya bersenang-senang.

Maka jadikanlah ini kesempatan, untuk membangun kembali kebersamaan Anda, dengan orang terdekat. Sebab orang-orang inilah yang memang akan selalu ada, ketika Anda membutuhkan.

Kadang, ada kalanya Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang, tetapi bukan untuk terus bersama. Melainkan untuk membuat kita belajar dari orang tersebut. Dan salah satu pelajaran yang harus kita miliki dalam hidup, adalah belajar menerima kehilangan.

Sampai disini, cukup sekian dari saya. Untuk Anda selalu saya doakan yang terbaik, semoga senantiasa didekatkan dengan mereka yang mengasihi Anda, sebaik Anda mengasihi mereka.