Haruskah Mempertahankan Hubungan Yang Sudah Tak Sehat?

Bicara soal hubungan pacaran selalu saja menjadi asyik meski ceritanya tidak selalu mulus dan penuh gejolak. Mulai dari cerita indah masa-masa pada awalnya, keributan yang terjadi ditengah-tengah saat ada yang ketahuan tidak setia dan patah hati terhebat ketika tiba-tiba ia memutuskan tanpa kamu tahu alasannya. Ya, namanya juga masa-masa penjajakan, banyak dugaan yang meleset jadi wajar. Jangan banyak berharap.

Namun ceritanya akan jadi rumit dan bebannya terasa lebih lagi ketika sudah menjalin hubungan dalam kurun waktu yang tak sebentar. Menjaga hubungan yang sudah lama dipertahankan rasanya memang akan sayang jika harus diputuskan. Namun apakah sebenarnya hubungan yang lama selalu pantas untuk dipertahankan terus menerus, tidak boleh putus?

Dan jika hubungan tersebut sudah mulai tidak sehat, haruskan tetap dipertahankan?

Jangan Bertahan Hanya Karena Kasihan

Ternyata banyaknya waktu yang kita habiskan dengan seseorang tidak menjamin bahwa cinta akan terus berada pada jalurnya. Seiring berjalan bersama, salah satu dari kalian atau keduanya hanya tak ingin mengaku merasa ada yang hilang, ada yang jadi hambar.

Mudah saja kalau urusannya karena hanya bosan, yang sulit adalah ketika kamu tidak yakin dan membuat keputusan jangan-jangan memang bukan dia orang yang kamu nantikan. Jadi bagaimana melalui hal sulit itu?

Membangun hubungan yang lama, bahkan bertahun-tahun memang tidak mudah. Segala macam rintangan pastinya sudah sering menerpa kalian, tetapi kalian mampu buktikan menjadi pemenang. Namun, apakah hubungan yang selama ini dijaga benar-benar dilandaskan kasih sayang atau kasihan dan sayang karena sudah lama?

Coba Anda pikirkan lagi, Bukan untuk mengintervensi Anda untuk membuat putus dengan si dia dan menyudahi cerita indah yang selama ini kalian rajut, hanya mengingatkan jangan pura-pura bertahan hanya Anda merasa kasihan, terutama kasihan dengan si dia yang sudah lama menemanimu.

Kasihan Kalau Terus Dipertahankan

Yang ada justru akan menjadi kasihan si dia yang Anda beri harapan dengan hubungan yang panjang. Semua orang menyukai kepastian, meski kepastian kadang tidak melulu menjadi berita baik seperti kepastian bahwa Anda harus menyudahi kepura-puraan dan mengatakan yang sebenarnya pada si dia yang kamu jaga tetapi tidak benar sungguhan.

Terkesan jadi jahat tetapi berperan antagonis ternyata perlu untuk membuat dia tidak terus menerus bergantung pada hubungan yang rupanya sudah lama digerogoti rasa tidak yakin, menjadi lapuk. Ya, jangan buat dia ikut bertahan jika Anda saja belum atau tak pernah yakin dengan dirimu bahwa hubungan kalian punya masa depan.

Jangan habiskan waktunya untuk menunggumu, kasihan! Mungkin inilah bentuk putus cinta yang indah untukmu dan untuknya.