Kenapa Seseorang Mau Jadi Pelakor?

Kali ini kita akan bahas seputar satu istilah, yang saya yakin Anda semua sudah pernah dengar. Yaitu, pelakor. Alias, perebut laki orang. Istilah ini mungkin baru, tetapi yang disebut sebagai pelakor ini, sesungguhnya sudah ada sejak jaman dahulu kala.

Sebab istilah pelakor ini merujuk pada perempuan lain dalam suatu hubungan. Tak jarang, keberadaan si pelakor inilah yang kemudian menjadikan hubungan tersebut, rusak berantakan. Entah itu hubungan kekasih, pertunangan, ataupun yang sudah berumah tangga.

Sudah pasti, istilah pelakor kemudian menjadi label yang sangat buruk. Ibaratnya kalau sudah terlanjur dikenal sebagai pelakor, hidup Anda tidak akan tenang. Kesana kemari dicibir orang. Dipersalahkan. Tetapi meskipun demikian, mengapa banyak perempuan masih saja bersedia merebut lelaki orang?

Alasannya ada beberapa. Termasuk, sejumlah alasan berikut:

Alasan pertama orang menjadi pelakor, adalah karena butuh biaya hidup. Dia punya sejumlah kebutuhan yang tidak bisa dia penuhi sendiri. Harus disokong oleh seorang lelaki. Itupun, lelakinya harus mapan.

Masalahnya, lelaki yang sudah mapan, ya seringkali memang sudah punya keluarga. Tetapi karena kebutuhan, akhirnya si perempuan mau saja, pada lelaki yang jelas-jelas sudah punya istri ini. Karena memang lelaki semacam inilah, yang kira-kira bakal bisa membantunya memenuhi kebutuhan hidup.


Baca Juga :


Itu tadi alasan pertama. Alasan kedua orang menjadi pelakor, adalah karena dendam. Ini mungkin memang jarang, tetapi bukan berarti tidak ada. Banyak dari para orang ketiga ini, dulunya merupakan seseorang yang juga pernah dikecewakan dan disakiti.

Sehingga sedikit banyak, ia berupaya untuk membalas sakit hati dan kekecewaan itu, dengan cara apapun yang bisa. Pengalaman buruknya di masa lalu, menjadikan dendam dalam hatinya, dan ia bermaksud melampiaskan kemarahan dengan menyakiti orang lain juga. Sehingga pada akhirnya bukan uang yang dia cari, melainkan kepuasan batin semata.

Lain lagi dengan alasan ketiga. Ada juga orang yang berakhir menjadi pelakor karena merasa dirinya menarik. Jadi dari sananya, dia memang punya kepribadian yang agak-agak narsisistik.

Karena merasa punya daya tarik, maka ia pun merasa bahwa ia bisa mendapatkan apapun dan siapapun yang ia inginkan. Termasuk, suami orang. Pacar orang. Kekasih orang. Tunangan orang.

Akan muncul kebanggaaan tersendiri dalam hatinya, bila sudah berhasil menggoda dan mendapatkan lelaki ini.

Alasan keempat, orang juga bisa menjadi pelakor karena menyukai tantangan. Mereka memang bawaannya suka memburu drama. Suka memburu tantangan, sampai-sampai mereka pun tidak keberatan menciptakan tantangan tersebut sendiri.

Salah satu cara yang dilakukannya untuk menciptakan tantangan ini, adalah dengan menjalin hubungan dengan pria yang sudah berkeluarga. Jadi sebenarnya mereka tidak benar-benar cinta, hanya ingin menguji adrenalin saja.

Lanjut ke alasan kelima. Orang bisa saja menjadi pelakor, karena jenuh dengan hubungannya sendiri. Bosan dengan pasangannya sendiri. Maka dalam hal ini, perselingkuhan akan terjadi antara dua orang yang masing-masing, sudah sama-sama punya pasangan.

Penyebab jenuhnya ini sendiri, bisa macam-macam. Tapi paling sering, terjadi pada pasangan yang seumuran, dan kehidupannnya belum mapan. Sehingga si perempuan akan berupaya mendapatkan pasangan lainnya yang menurutnya lebih meyakinkan.

Alasan keenam, adalah karena si wanita ini berada dalam sebuah hubungan yang bermasalah. Masih mirip-mirip dengan alasan kelima, si perempuan masih punya pasangan juga.

Tetapi dengan pasangannya ini, hubungan dia memang buruk. Seringkali keduanya hanya bertahan untuk suatu alasan saja. Anak, misalnya. Karena hubungannya sendiri sudah berantakan, maka ia pun berupaya menjalin hubungan di tempat lain. Dan tidak jarang, ia juga akan merasa, bahwa lelaki yang akan memahami situasinya, tentulah lelaki yang sudah ada hubungan pula.

Sedangkan alasan ketujuh, dan bisa kita katakan sebagai alasan yang paling sering terjadi, adalah karena intensitas bertemu yang tinggi. Rasa itu datang karena biasa. Kalau orang jawa bilang, witing tresno jalaran saka kulina.

Dua orang yang sering bertemu, meskipun salah satu atau bahkan keduanya sudah punya pasangan, lambat laun akan muncul perasaan. Intensitas pertemuan inilah yang seringkali menjadikan seorang pria tergoda pada rekan kerjanya, atau bahkan anak buahnya.

Apalagi bila keduanya memang ada kecocokan. Misalnya kecocokan dalam urusan kerja. Semakin sering bertemu, maka kemungkinan terjalinnya hubungan pun semakin besar. Bila alasannya seperti ini, maka di banyak kasus, perselingkuhan itu akan selesai setelah keduanya tidak lagi kerja bersama.

Tetapi diluar ketujuh alasan ini, apapun alasan seseorang untuk menjadi pelakor, kita tetap harus ingat, bahwa perselingkuhan adalah kejahatan dua orang. Tidak bisa kita hanya menyalahkan salah satu saja. Tidak bisa kita hanya menghakimi si perempuan saja, sementara si lelakinya pun menjalani hubungan tersebut dengan sukarela.

1 thought on “Kenapa Seseorang Mau Jadi Pelakor?”

Comments are closed.