Lakukan Hal ini Jika Ingin Bercerai Tapi Suami Tidak Mau

Perceraian memang hal yang menyakitkan dalam sebuah rumah tangga, pernikahan yang seharusnya dijaga hingga akhir hayat namun harus kandas di tengah jalan. Namun harus bagaimana lagi jika jalannya memang begitu, kebanyakan orang ingin bercerai karena tidak bahagia. Saat harus menghabiskan waktu seumur hidup bersama pasangan Anda, tentunya kebahagiaan harus hadir.

Namun bagaimana jika suami menolak bercerai? Sedangkan Anda sudah tidak kuat lagi menjalani rumah tangga, yang dirasa membuat beban dalam hidup. Berikut akan kami bahas hal apa saja yang harus dilakukan ketika suami Anda menolak untuk bercerai.

5 Hal Mengajukan Perceraian Bagi Istri

Ketikan Anda sebagai seorang istri ingin bercerai tapi suami tidak mau, tenang saja karena masalah tersebut dapat diatasi. Terlebih lagi jika Anda mengalami masalah yang sangat rumit dalam rumah tangga yang mengharuskan untuk bercerai, maka prosesnya bisa jadi lebih mudah. Simak beberapa langkah berikut:

1. Mengajukan Gugatan

Mungkin belum banyak orang mengetahui, bahwa pengajuan cerai bisa dilakukan meskipun belum mendapat kesepakatan dari dua belah pihak. Saat Anda sudah memikirkan dengan matang dan memutuskan untuk bercerai, Anda bisa langsung mengajukan gugatan perceraian kepada pengadilan. Baik dengan adanya kesepakatan cerai dengan suami maupun tidak, semuanya bisa diproses.

2. Menuliskan Kronologis Alasan Cerai

Jika sudah selesai mengajukan gugatan, Anda harus menuliskan kronologis alasan perceraian secara jelas dan jujur. Anda harus menulis bagaimana keseharian rumah tangga, mulai dari awal pernikahan hingga terjadinya perselisihan sampai memutuskan untuk bercerai. Penulisan yang detail dan jelas akan mempermudah hakim memahami alasan Anda, juga mempercepat proses penerimaan gugat.

3. Siapkan Bukti

Proses perceraian yang didasar atas kesepakatan dua pihak memang akan berjalan lebih lancar, namun tenang saja karena Anda masih bisa melakukannya sendiri meskipun lebih sulit. Sebagai penggugat, Anda harus menyiapkan bukti-bukti valid atas alasan perceraian. Misalnya jika mengalami KDRT, Anda harus melampirkan surat hasil visum dari rumah sakit yang sah.

Atau mungkin jika Anda bercerai karena suami selingkuh, Anda bisa membawa beberapa bukti seperti foto atau obrolan online yang menunjukan bahwa suami benar-benar selingkuh.

4. Hadirkan Saksi

Selain bukti valis, Anda juga harus memiliki saksi yang dapat memperkuat alasan Anda untuk bercerai. Nantinya saksi akan diikut sertakan dalam persidangan dan dimintai keterangan, lalu hakim akan memutuskan apakah pernikahan Anda masih bisa dipertahankan atau tidak. Misalnya Anda mengalami KDRT, Anda bisa meminta tetangga yang melihat kekerasan tersebut untuk menjadi saksi.

5. Menyewa Pengacara

Proses perceraian yang digugat oleh istri memang akan rumit dan berkepanjangan, maka dari itu lebih baik Anda menyewa jasa pengacara untuk membela hak Anda. Akan ada banyak masalah yang dibahas oleh hakim mulai dari hak asuh anak hingga harta gono gini. Semua itu akan membuat proses cerai semakin lama, dengan bantuan pengacara proses tersebut bisa jadi lebi singkat.

Meskipun menyewa pengacara memakan biaya yang mahal, tapi hal itu akan mempermudah proses perceraian Anda di pengadilan. Apalagi jika menghadapi suami yang bersikukuh untuk menolak cerai dengan segala alasannya.

Perceraian memang bukan perkara mudah, akan banyak dampak yang dirasakan oleh beberapa pihak terutama jika Anda sudah memiliki anak. Pikirkanlah dengan matang mengenai keputusan perceraian tersebut, jika masih bisa dibicarakan sebaiknya selesaikan masalah secara baik-baik tanpa bantuan pengadilan.