Melabrak Pelakor, Apakah Tindakan Yang Tepat, Ada Cara Yang Lebih Elegan

Kali ini kita akan bahas soal pelakor. Soal resikonya jika berurusan dengan perempuan lain dalam sebuah rumah tangga. Jadi bisa dikatakan, bahwa bahasan kita kali ini, tentu saja akan lebih cocok untuk Anda para kaum hawa seperti saya.

Di salah satu pembahasan saya yang dulu, sudah pernah saya bagikan, mengenai bagaimana caranya menghadapi seorang pelakor. Secara elegan, tanpa menggunakan amarah yang berkobar-kobar, agar tidak sampai menjadikan diri sendiri sebagai tontonan.

Mengapa demikian? Karena yang namanya melabrak pelakor, itu ada resikonya. Meskipun seringkali, dalam situasi semacam ini kita jadi kesulitan berpikir panjang, dan ingin lekas menyelesaikan masalah dengan segera.

Kerap kali saya sampaikan, bahwa perselingkuhan itu salah dua orang. Si perempuan salah, si suami juga bersalah. Jadi akan kurang tepat kalau kita hanya melabrak si perempuan saja, tetapi terhadap suami Anda malah tidak menegur sama sekali.

Tetapi seperti yang kita tahu, ini banyak terjadi. Seorang istri, melabrak selingkuhan suaminya, bahkan di depan umum. Disertai dengan bukti-bukti, dengan tujuan untuk mempermalukan. Bahkan proses pelabrakan ini sampai direkam dan disebarkan di media sosial dengan sengaja.

Tindakan semacam ini, di satu sisi, kurang elegan. Tidak nampak berkelas sama sekali. Tidak memperlihatkan kedewasaan Anda dalam menghadapi situasi. Dan sisi lain, juga akan berdampak pada diri sendiri. Dampak-dampak inilah, yang saya sebut sebagai resiko melabrak pelakor.

Dampak pertama, adalah semua pihak akan merasa malu. Si suami yang berselingkuh ikut malu, si selingkuhannya juga malu. Anda sendiri pun, nanti setelah kepala sudah dingin, akan ikut malu juga.


Baca Juga :


Sudah begitu, keluarga besar Anda, keluarga besar suami, juga nantinya akan turut mendengar kabar ini.
Itu dampak pertama.

Dampak keduanya, Anda harus siap, jika kemudian suami malah akan membenci Anda. Karena seperti yang Anda tahu, ada kalanya justru suami malah akan membela selingkuhannya. Bukan membela Anda yang merupakan istri sah dia.

Ketika dihadapkan dengan perselingkuhan suami, maka pilihan kita sebenarnya hanya ada dua. Yaitu bertahan, atau berpisah. Ketika pada akhirnya Anda berdua memutuskan untuk berpisah, tetapi sebelum berpisah Anda melabrak si pelakor, namun suami tidak setuju dengan tindakan Anda tersebut, maka ia akan menjadi benci. Padahal suami yang bersalah, dan Andalah korbannya.

Bila hubungan Anda dan suami kemudian menjadi buruk, resikonya adalah ia akan menjadi enggan untuk bertanggung jawab atas anak-anak Anda. Yang merupakan anak dia sendiri juga.

Ini memang kedengaran sangat tidak masuk akal. Suami bersalah, tetapi suami juga yang akhirnya menolak memberikan nafkah. Tapi percaya tidak percaya, hal ini terjadi. Pada cukup banyak perempuan. Meskipun tentu saja, saya harap tidak pernah terjadi pada Anda yang membaca artikel ini. Itulah dampak kedua.

Sedangkan dampak ketiganya, anak-anak Anda juga akan menjadi korban. Menjadi buah bibir, menjadi bahan pembicaraan. Mereka akan menjadi malu, dan hubungan mereka dengan orang tua sendiri akan merenggang. Itu, dampak ketiga.

Adapun dampak terakhir, atau yang keempat, adalah tindakan melabrak ini akan menjadikan masalah berakhir tidak baik. Akan semakin merumitkan masalah, semakin menjadikan kusut semua urusan yang ada.

Entah memutuskan bertahan atau berpisah, bila Anda sampai melabrak si pelakor, maka semua pihak yang terlibat akan menjadi tidak nyaman. Tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa tindakan melabrak pelakor, paling tidak akan memberikan Anda rasa puas.

Lalu? Bagaimana sebaiknya? Tentukan dulu pilihan Anda. Misalnya, hari ini Anda mengetahui bahwa suami ternyata punya wanita lain. Tentukan dulu pilihan Anda, ingin bertahan, atau berpisah saja? Bila ingin bertahan, maka baiknya suami perlu dipisahkan dulu dari selingkuhannya tersebut.

Caranya? Apakah dengan melabrak si pelakor? Bukan. Dalam khasanah ilmu spiritual kejawen, ada yang namanya Ajian Pedot Sih. Ini merupakan amalan khusus, untuk membantu memutuskan hubungan yang tidak dikehendaki.

Bila Anda berminat untuk menggunakan cara ini, silakan menghubungi nomor 085762118383. Perkenalkan diri Anda, sampaikan keperluan Anda untuk memisahkan suami dari selingkuhannya, dan Anda nanti akan dipandu untuk proses selanjutnya.

Syaratnya sangat sederhana, yaitu nama dan foto suami, ditambah nama dan foto selingkuhannya juga bila ada. Atau boleh juga, Anda kunjungi dulu website resmi kami untuk layanan ini, di pemutuscinta.com.

 

1 thought on “Melabrak Pelakor, Apakah Tindakan Yang Tepat, Ada Cara Yang Lebih Elegan”

Comments are closed.