Mengapa Kita Sulit Memaafkan?

Kali ini, bahasan kita, adalah tentang memaafkan. Bukan cuma sekali dua kali saya menekankan tentang pentingnya memaafkan. Karena seringkali, ketidakmampuan kita untuk memaafkan kesalahan orang lain, justru malah menjadikan penyakit dan kesulitan jangka panjang, untuk diri kita sendiri.

Tetapi mau ditekankan berapa kalipun, sebagai manusia, ya mau tidak mau kita tetap perlu mengakui, bahwa memaafkan itu tidak selamanya mudah. Ada kalanya kita sudah berupaya ikhlas. Sudah berupaya melupakan dan mengambil pelajaran dari apa yang terjadi. Tetapi di dalam hati, kita masih belum bisa memaafkan orang yang bersangkutan.

Apa sebenarnya, yang menjadikan kita sulit memaafkan orang lain? Alasan atau penyebabnya ada banyak, termasuk diantaranya, adalah sebagai berikut:

Yang pertama, kita sulit memaafkan seseorang, karena kekecewaan yang kita alami atau kita rasakan, sudah terlalu dalam. Namanya kekecewaan, itu bisa mengarah pada banyak hal. Termasuk mengarah para rasa marah, atau bahkan mengarah pada trauma.

Dan jika sampai mengarah pada trauma, maka hal ini akan menjadikan kita sulit sekali memaafkan orang yang pernah mengecewakan kita. Butuh banyak waktu, dan proses panjang yang harus dijalani.

Yang kedua, akan sulit juga bagi kita untuk memaafkan seseorang, bila kita memiliki kebiasaan untuk selalu mengingat kesalahan orang lain. Anehnya, orang yang cenderung selalu mengingat kesalahan orang lain, kerap kali justru mudah sekali melupakan kesalahannya sendiri.

Kemudian penyebab yang ketiga, adalah karena tidak ada niat. Anda ingin berusaha memaafkan, tetapi tidak benar-benar ada niat untuk memaafkan orang tersebut. Padahal niat merupakan poin penting.

Hal semacam ini justru akan berdampak buruk pada diri kita sendiri. Anda akan terus menerus dihantui rasa marah dan kecewa terhadap orang tersebut.

Alasan keempat, orang sulit memaafkan, karena memang sudah memutuskan seperti itu. Memang sudah memutuskan untuk tidak akan pernah memaafkan orang tersebut, yang pernah bersalah terhadapnya.

Apakah Anda berhak, membuat keputusan seperti ini? Tentu saja. Sebagai pihak yang pernah terluka, Anda berhak untuk tidak memaafkan. Tetapi apakah hal ini akan baik bagi Anda? Tentu saja tidak. Karena ini tandanya keyakinan Anda sudah mendarah daging, Anda percaya bahwa diri Anda benar. Orang lain salah. Dan kekakuan semacam ini justru akan merugikan diri Anda sendiri suatu saat.


Baca Juga :


Alasan kelima, yang menyebabkan kita sulit memaafkan orang lain, adalah karena kita memiliki pandangan yang berbeda.

Anda melihat segala sesuatu, dengan cara yang tidak sama dengan orang lain. Sehingga ada kecenderungan bagi Anda, untuk tidak bisa menerima apa yang bagi orang lain akan dianggap lebih baik.

Alasan keenam, hampir mirip dengan alasan pertama tadi. Yaitu kita sulit memaafkan kesalahan seseorang, karena perasaan kita sendiri yang terlalu dalam. Contohnya, ketika suatu saat kita disalahi, ketika suatu saat seseorang berbuat salah terhadap kita, kita kemudian memikirkannya mati-matian. Secara terus menerus. Sehingga makin sulit bagi kita untuk memaafkan orang tersebut.

Sedangkan penyebab atau alasan ketujuh, adalah karena harapan kita sendiri yang berlebihan. Jika dari awal kita mengharapkan lebih dari seseorang, maka ketika harapan itu tidak menjadi kenyataan, ya kecewalah kita.
Inilah mengapa sering saya sampaikan, bahwa tidak sebaiknya kita berharap banyak. Karena di banyak kasus, harapan yang besar, hanya akan menyebabkan kekecewaan yang sama besarnya bagi kita.

Penyebab kedelapan, orang sulit memaafkan, karena berada dalam kondisi emosional untuk kurun waktu yang terlalu lama. Jadi kejadian yang melukai Anda ini tidak terjadi semenit dua menit. Tetapi merupakan suatu kejadian yang berlangsung panjang. Ini bisa menjadikan Anda makin sulit memaafkan orang.

Kemudian yang kesembilan, orang juga akan kesulitan memaafkan, bila ia memiliki harga diri yang kelewat tinggi. Orang yang terlalu meninggikan harga diri, pastinya akan menganggap bahwa harga dirinya ini adalah segala-galanya.

Sehingga ketika orang lain bersalah, mau meminta maaf berapa kalipun, tidak akan ia gubris. Sebab hatinya sudah terlanjur berubah angkuh.

Yang kesepuluh, akan sulit pula bagi Anda untuk memaafkan seseorang, apabila kesalahan yang diperbuat oleh orang ini, adalah kesalahan yang sifatnya melanggar prinsip. Kesalahan yang berlawanan dengan nurani, atau berlawanan dengan nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang.

Yang kesebelas, hampir sama dengan alasan kesembilan tadi. Orang akan jadi sulit memaafkan, bila ia memiliki arogansi alias kesombongan. Ia merasa lebih tinggi dari orang lain. Ia merasa dirinya tidak sama dengan orang lainnya, sehingga tidak pada tempatnya bila harus ia yang memaafkan dengan sukarela.

Lalu penyebab kedua belas, adalah karena kecurigaan. Semakin kita memiliki sifat curiga, maka akan semakin sulit bagi kita untuk memaafkan orang lain. Contoh, ada orang meminta maaf. Tetapi bukannya Anda berpikir orang ini menyesal, Anda justru berpikir orang ini ada maunya. Berpikir bahwa orang ini tidak tulus.

Adapun yang terakhir, atau penyebab ketiga belas, adalah kita sulit memaafkan kesalahan seseorang, karena kesalahannya ini ia lakukan berulang-ulang. Terus menerus. Bukan cuma sekali dua kali.
Sehingga sudah tidak ada celah lagi bagi kita untuk memaafkan. Tidak ada itikad baik dari orang ini untuk berubah.

Kurang lebihnya, itulah tiga belas alasan atau penyebab, mengapa kadang kita sulit memaafkan orang lain, yang pernah berbuat salah kepada kita. Semoga dengan mengenali penyebab-penyebab ini, kita akan bisa belajar, harus bagaimana agar bisa lebih mudah menerima, bahwa ada kalanya sesuatu terjadi diluar kehendak kita.

Ada kalanya kita disalahi. Ada kalanya kita dikecewakan. Tetapi intinya, adalah bagaimana kita bisa tetap bertahan dan tidak jatuh bangun, ketika kekecewaan itu datang. Karena ingat, memaafkan itu bermanfaat baik untuk diri Anda sendiri juga. Bukan hanya untuk orang yang Anda maafkan saja.