Pilih Mana, Meninggalkan atau Ditinggalkan?

Kali ini, bahasan kita ringan-ringan saja. Bahkan bisa dibilang, ringan sekali. Kaitannya soal hubungan, dan lebih mengarah pada opini. Dalam sebuah hubungan asmara, ada kalanya perpisahan adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari. Sebab kecocokan bukanlah sesuatu yang bisa kita paksakan. Dan akan lebih baik bagi kedua belah pihak, bila tidak memaksakan.

Manakala perpisahan ini harus terjadi, kemungkinannya ada dua. Pertama, Anda berada di pihak yang meninggalkan. Atau kedua, Anda berada di pihak yang ditinggalkan. Nah, dari dua kemungkinan ini, mana yang lebih Anda pilih? Boleh tuliskan pendapat Anda di kolom komentar.

Dan sebagai pertimbangan, berikut akan saya sebutkan beberapa alasan mengapa orang lebih suka meninggalkan. Serta mengapa orang cenderung tidak ingin menjadi pihak yang memutuskan hubungan.

Pertama, orang lebih pilih meninggalkan daripada ditinggalkan, karena ketika kita ditinggalkan, kita menjadi bertanya-tanya. Apa kurangnya diri kita? Apakah kita berbuat salah? Padahal seringkali perpisahan terjadi karena memang tidak bisa bersama lagi. Bukan semata-mata karena ada yang bersalah dalam hubungan tersebut.

Kedua, orang juga lebih memilih untuk meninggalkan daripada ditinggalkan, karena dianggap lebih menyenangkan, daripada menjadi korban.


Baca Juga :


Ketiga, orang pilih meninggalkan itu pilihan, sedangkan ditinggalkan itu nasib.

Keempat, banyak juga yang merasa bahwa lebih baik kita meninggalkan, ketika semuanya masih indah, daripada kita berakhir ditinggalkan, dalam keadaan sudah hancur berantakan.

Kelima, ada pula yang pilih meninggalkan, karena merasa pasti akan ada yang lebih baik untuk dirinya. Daripada berlama-lama dan menjadikan sakit hati.

Dan yang keenam, tidak sedikit orang memilih untuk meninggalkan, karena harga diri. Dalam keadaan hubungan sudah buruk, lebih baik dia meninggalkan, daripada keburu dia yang malu karena diputuskan.

Itu kurang lebihnya, alasan bagi mereka yang memilih untuk meninggalkan. Di sisi lain, ada juga yang lebih memilih untuk tidak mengakhiri suatu hubungan. Alias lebih memilih untuk ditinggalkan, daripada harus dia sendiri yang memutuskan.

Alasan pertamanya, tentu saja karena cinta. Karena sudah terlanjur sayang. Buat apa kita melepaskan orang yang kita kasihi?

Alasan kedua, karena khawatir akan penyesalan. Jika kita yang memilih untuk meninggalkan, tetapi kemudian ternyata kita tidak bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik, maka pada akhirnya penyesalan kita akan berlipat puluhan kali.
Anda akan merasa telah menyia-nyiakan yang terbaik.

Alasan ketiga, orang tidak ingin menjadi pihak yang memutuskan hubungan, karena tidak tega.

Alasan keempat, ada juga yang lebih memilih untuk ditinggalkan, dengan alasan lebih baik menjadi korban, daripada menjadi penjahatnya. Sebab ketika Anda yang memutuskan suatu hubungan, tidak seorang pun akan bersimpati, karena itu keputusan Anda sendiri.

Dan alasan kelima, orang lebih rela ditinggalkan daripada meninggalkan, karena setidaknya itu akan menunjukkan, bahwa ia telah berjuang hingga titik penghabisan. Sudah berusaha bertahan hingga akhir cerita.

Anda sendiri, bagaimana? Lebih pilih meninggalkan, atau ditinggalkan? Coba tuliskan pendapat dan pengalaman Anda di kolom komentar.